Jual Barang Antik, Benda Koleksi, Aksesoris, Keris, Tombak, Pusaka, Minyak, Harga Murah Asli

( pcs)
GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0
Menu

Keris Nogo Siluman Sepuh Tangguh Mataram

KategoriKeris Pusaka, Koleksi Keris
Stok 1
KodeK203
Di lihat40 kali
Berat(/pcs)1.5 Kg
Harga Rp 8.880.000

Detail Produk Keris Nogo Siluman Sepuh Tangguh Mataram

Keris Nogo Siluman Sepuh Tangguh Mataram

  • Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Naga Siluman Luk 13 ( dhapur naga tanpa badan sangat langka)
  • Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Meteor Besi Milah 3 warna
  • Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Islam Abad Ke 16 Masehhi
  • Panjang Bilah : 35 cm
  • Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Trembalo Kuno
  • Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno
  • Pendok : Kuningan Tatahan Ukir Naga
  • Mendak : Kuningan

Keris sangat terawat dan masih utuh. sangat layak untuk dikoleksi.

Tentang Keris Nogo Siluman

Naga Siluman, berasal dari bahasa sansekerta adalah salah satu bentuk dhapur keris bentuk Naga yang paling mudah dikenali, yakni dengan ciri menonjol kepala naga digarap secara samar dan badan naga seolah-olah menghilang, menyatu ke dalam bilah keris. Selain itu ricikan lainnya adalah; sraweyan, ri pandan, dan atau greneng. Karena ada beberapa bentuk luk Naga Siluman, penyebutan dhapur Naga Siluman sebaiknya diserai keterangan mengenai jumlah luknya.

Konon menurut dongeng atau mitos dhapur pancer Naga Siluman dibuat pertama kali oleh Mpu Gebang pada masa pemerintahan Prabu Ciungwanara di kerajaan Pajajaran, sekitar tahun 1326 M. Salah satu keris pusaka milik Keraton Kasultanan Yogyakarta juga berdhapur Naga Siluman luk 13, Keris tersebut adalah Kanjeng Kyai Gandawisa.

Kanjeng Kiai Gandawisa diharapkan oleh si Empu memiliki keampuhan seperti namanya. Gandawisa berarti bau bisa, makna lebih jauh pada nama keris ini adalah “amat beracun”. Oleh karena itulah, keris ini digambarkan dalam wujud Naga Siluman. Untuk menutupi keangkeran keris KK Gandawisa, warangkanya terbuat dari kayu trembalo, dengan pendok rajawarna (bertahtakan ratna mutu manikam).

Dalam catatan keraton keris ini dibuat oleh Panembahan Mangkurat pada zaman pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono V. Keris Naga Siluman tampaknya juga memiliki kedudukan yang sakral bagi Pangeran Yogya yang lain, seperti Pangeran Diponegoro. Dikisahkan keris Kiai Nogo Siluman bersama dengan tombak Kiai Rondhan dan pelana kuda, diserahkan pada Raja Willem I yang bertahta 1813-1840 sebagai sebagai bukti sekaligus simbol bahwa sang pangeran Diponegoro telah ditaklukkan dan ditangkap.
Filosofi Keris Nogo Siluman

Membicarakan Naga bagaikan berbicara mengenai sesuatu yang ada namun tiada. Sejak zaman dulu kita hanya mengenalnya dalam suguhan dongeng, lukisan, atau gambar, namun hingga saat ini tidak pernah ditemukan bukti-bukti scientic dari keberadaan makhluk tersebut. Sebagai makhluk mitologis, Naga bisa digambarkan berbeda-beda dalam tiap budaya.

Naga Jawa biasanya digambarkan dalam figur tampilan visual kepala naga mengenakan mahkota, badan posisi berdiri (seperti huruf S), dan ekor dengan ujung berbentuk kudhup bunga melati. Dipercaya sebagai sosok pelindung atau pengayom, sehingga umum ditemukan dalam pahatan gerbang, pintu masuk, atau undakan tangga dengan maksud melindungi bangunan yang ia tempati.

Siluman, dalam KBBI Siluman memiliki dua (2) arti. Dalam arti nomina atau kata benda siluman dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan ( Siluman berarti makhluk halus yang sering menampakkan diri sebagai manusia atau binatang).

Arti dari siluman bisa juga masuk dalam jenis adjektiva atau kiasan sehingga penggunaan siluman bisa bukan dalam arti kata yang sebenarnya, sehingga siluman dapat mengubah kata benda atau kata ganti, dengan menjelaskannya menjadi lebih spesik (Siluman berarti tersembunyi tidak kelihatan).

Masyarakat Nusantara kuno berusaha menyelaraskan diri yang kecil (bhuwana alit) dengan alam besar (bhuwana agung). Apa pun yang ada dalam bhuwana agung juga dianggap ada dalam bhuwana alit. Siluman yang ada di jagat besar sebenarnya ada di jagat kecil, pada diri sendiri. “Siluman dalam diri” itulah yang paling berbahaya.

Siluman diri “berwajah” enam (6) atau sad ripu yang menjadi musuh diri, terlukis dalam bentuk lidah yang menjulur seperti angka 6, yakni hawa nafsu (kama), keserakahan (lobha), kemarahan (krodha), kebingungan dalam berkir (moha), mabuk (mada), dan iri hati (matsarya). Cara mengatasi atau menghindarinya adalah dengan jalan mengendalikan unsur-unsur Sad Ripu itu sendiri dan mengarahkan pada perbuatan-perbuatan yang positif supaya hidupnya selamat.

Rp 750.000
Order Sekarang » SMS : 0812 2842 1333
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode205
Nama BarangBadik Wedung Kuno
Harga Rp 750.000
Lihat Detail
Rp 775.000
Order Sekarang » SMS : 0812 2842 1333
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode518
Nama BarangKeris Semar Putut
Harga Rp 775.000
Lihat Detail
Rp 95.000
Order Sekarang » SMS : 0812 2842 1333
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode242
Nama BarangKeris Klewer Putut
Harga Rp 95.000
Lihat Detail
Rp 195.000
Order Sekarang » SMS : 0812 2842 1333
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode769
Nama BarangKeris Tangguh Kamardikan
Harga Rp 195.000
Lihat Detail

Cari Produk

Hubungi Kami

+62812 2842 1333
0812 2842 1333

+62812 2842 1333
pusakajimat@gmail.com

Temukan Kami di