Jual Barang Antik, Benda Koleksi, Aksesoris, Keris, Tombak, Pusaka, Minyak, Harga Murah Asli

( pcs)
GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0
Menu

KERIS MAGETI ASLI!! Dhapur Jalak Ngore Pamor Mlinjon

KategoriKeris Pusaka
Stok 1
KodeK234
Di lihat245 kali
Berat(/pcs)1,8 Kg
Harga Rp 6.550.000

Detail Produk KERIS MAGETI ASLI!! Dhapur Jalak Ngore Pamor Mlinjon

KERIS MAGETI ASLI!! Dhapur Jalak Ngore Pamor Mlinjon Gagah Birawa

  • Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jalak Ngore
  • Pamor (motif lipatan besi) : Mlinjon (besi tempa padat berserat Khas Mageti)
  • Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mageti II (Keris dengan tangguh yang diburu para kolektor keris karena kematangan tempa sebuah keris mageti yang melegenda)
  • Panjang Bilah : 35 cm (pesi utuh masih panjang original)
  • Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Timoho Kuno
  • Handle / Hulu: Model Surakarta Kayu Kemuning Bang Kuno
  • Pendok : Blewah Surakarta Bahan Mamas Kuno
  • Mendak : Perunggu Kuno
  • Kode : K234

Dialih rawatkan (dimaharkan) KERIS MAGETI ASLI!! Dhapur Jalak Ngore Pamor Mlinjon sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.

Tentang KERIS MAGETI ASLI!! Dhapur Jalak Ngore Pamor Mlinjon

Pusaka Mageti merupakan sebuah pusaka yang memiliki karisma tersendiri, berbagai kualitas garap dan seni spiritual tinggi menyelimuti setiap babarannya. Banyak yang menyebut keris tangguh mageti dengan istilah tuban mageti. Hal ini karena kualitas garap dan besinya sangat bagus. Lumer , keras dan pori pori besinya padat.

Langgam keris mageti mirip dengan tangguh PB. Hal ini wajar karena memang ada keterkaitan sejarah antara daerah Magetan, Madiun dan Surakarta. Ciri khas tangguh mageti ada pada bentuk ganja yang turun ke bawah dan bangkek’an yang terkesan ramping singset. Selain itu tikel alisnya juga mencuat tegas di atas gandik. Pasikutan keris mageti berkesan gagah, ganteng dan cukup berenergi spiritual. Tak heran jika banyak yang fanatik mengkoleksi keris keris pusaka tangguh mageti.

Keris Dhapur Jalak Ngore

Keris Dhapur Jalak Ngore secara umum merupakan simbolisasi pencapaian kebahagiaan dan melepaskan dari segala permasalahan hidup ( terkait dengan nafkah). Burung Jalak menurut pandangan orang jawa : Kukila Tumraping tiyang Jawi, mujudaken simbul panglipur, saget andayani renaning penggalih, satemah saget ngicalaken raos bebeg, sengkeling penggalih. Candrapasemonanipun : pindha keblaking swiwi kukila, ingkang tansah ngawe ngawe ngupaya boga, kinarya anyekapi ing bab kabetahanipun. Dhumateng tuk sumberipun, asal usulipun, inggih punika wangsul dhateng susuhipum ambekta kabetahaning gesangipun.

Terjemahan secara bebas : Bagi Orang Jawa, burung merupakan symbol pelipur duka, memberikan rasa senang dihati, menghilangkan rasa kejengkelan hati, sedangkan gambaran sosoknya, dimana kepakan sayapnya melambai lambai sambil mengepakkan sayap bersuara dengan keras ( Ngore) merupakan usaha dalam mencari pangan( nafkah) untuk memenuhi kebutuhan. Burung yang telah mendapatkan pangan kemudian pulang kembali ke sarangnya ( Rumah dan Keluarganya).

Jalak merupakan burung peliharaan dalam masyarkat jawa yang mempunyai kepekaan tinggi terhadap lingkungannya dan sesuatu ha lasing yang dijumpai (Wasoada). Dalam mencari makan, burung jalak mempunyai sifat saling menguntungkan (tidak merugikan orang lain). DI sisi lain, Jalak merupakan burung yang sangat setia terhadap pasangannya. Kata Ngore dapat berasal dari kata “Mudhar”, yang berarti mengurai. Ngore mempunyai makna aktif bergerak melepaskan dari kesulitan / keruwetan dari setiap permasalahan secara teliti dan bertahap. Hal ini Juga berorientasi pada ketekunan.

Ricikan pada Dapur Jalak Ngore mempunyai makna sebagai berikut :

Gandhip Polos merupakan symbol kekuatan, ketekunan dan rajin bekerja.

Tikel Alis merupakan simbol sifat manusia ada sisi baik dan buruk, keduanya harus dikendalikan. Dalam mencari nafkah, hendaknya selalu menimbang baik buruknya dan akibatnya terhadap martabat.

Greneng merupakan simbol “rasa” atau hati. Dalam menjalankan hidup segala sesuatu dilandasi dengan hati yang bersih dan baik prasangka.

Sraweyan merupakan simbol keluwesan, Dalam bekerja hendaknya menjaga keselarasan terhadap sesame, masyarakat, lingkungan dan dapat beradaptasi dengan kebiasaan setempat. SIkap menghargai orang lain.

Pijetan / Blumbangan, merupakan simbol keihklasan hati dan kesabaran. Tidak ada yang disebut takdir sebelum diawali dengan ikhtiar / usaha.

Jalak Ngore : Ajaran dalam menjalani hidup.

Jalani hidup dengan hati yang senang dan lapang seperti wgambaran burung jalak yang sedang Ngore. Utamakan perbuatan yang baik ( Jawa : “dadya laku utama”) selalu menjaga ketakwaan kepada Tuhan dan hubungan kepada keluarga, masyarakat serta lingkungannya ( jawa : eling lan waspada). Dalam bekerja untuk mencari nafkah hendaknya berlaku jujur dan tidak merugikan orang lain. Setiap permasalahan / usaha harus dievaluasi secara teliti dan tekun ( sapa sing temen bakal tinemu, sapa sing tatag lan teteg bakal tutug). Setiap permasalahan harus dihadapi dengan mengedepankan perasaan hati dan pikiran, ketimbang nafsu dan emosi. Demikian pula pada piwulang : Alon – alon waton kelakon, Gliyak gliyuk waton tumindak, yang berarti : meskipun pelan-pelan tapi mendapatkan hasil, tertatih – tatih tapi melaksanakan, Untuk mencapai cita cita dan tujuan, diperlukan kesungguhan, ketekunan, kewaspadaan dan kesabaran. Tidak ada orang sejahtera / kaya mendadak, semua harus dirintas dari bawah.

Keris Pamor Mlinjon

PAMOR MLINJON, dari kata melinjo – buah pohon so/mlinjo/tangkil (Gnetum gnemon Linn). Disebut demikian karena pamor berpola oval yang tersusun secara berderet di antara garis berjajar vertikal yang membingkainya dibuat oleh sang Empu mirip sekali dengan biji mlinjo. Pamor Mlinjon saat ini sudah mulai jarang ditemui.

Mlinjo atau dalam bahasa Sunda disebut Tangkil adalah suatu spesies tanaman berbiji terbuka. Mlinjo tidak menghasilkan bunga dan buah sejati karena bukan termasuk tumbuhan berbunga. Yang dianggap sebagai buah sebenarnya adalah biji yang terlihat langsung karena terletak di antara daun-daun yang tidak terbungkus daging tetapi berbungkus kulit luar. Jika sudah memerah akan sangat kontras dengan daunnya yang berwarna hijau. Biji mlinjo yang tumbuh secara bergerombol akan selalu mengingatkan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri (individualis) serta diharapkan tidak melupakan hubungan kedekatan keluarga dan hidupnya mampu menghasilkan banyak buah-buah kebaikan.

Pola bulatan (oval) dari pamor mlinjon juga melambangkan salah satu unsur kehidupan- air (nafsu Supiyah). Nafsu Supiah berasal dari saripati sehingga nafsu ini mewarisi sifat-sifat air. Sifat air antara lain mencari tempat posisi yang paling rendah, kebalikan dari api/amarah yang selalu mengarah keatas. Mengajarkan kepada kita untuk menjadi rendah hati terhadap sesama dan selalu merendahkan diri dihadapan Tuhan. Juga sebuah sebuah untaian doa serta harapan agar pemiliknya nantinya dapat menyingkirkan semua tantangan atau penghalang hidup dengan tenang, penuh kesabaran disertai usaha yang konsisten dan ikhtiar terus-menerus.

Produk lain Keris Pusaka

Rp 345.000
Order Sekarang » SMS : 0812 2842 1333
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode249
Nama BarangSepasang Keris Nyi Blorong
Harga Rp 345.000
Lihat Detail
Rp 2.500.000
Order Sekarang » SMS : 0812 2842 1333
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeK226
Nama BarangKeris Sempana Pamor Wengkon Isen Tangguh Madura Sepuh
Harga Rp 2.500.000
Lihat Detail
Rp 665.000
Order Sekarang » SMS : 0812 2842 1333
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode517
Nama BarangKeris Semar Mesem Putut
Harga Rp 665.000
Lihat Detail
Rp 450.000
Order Sekarang » SMS : 0812 2842 1333
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode102
Nama BarangKeris Jangkung Patrem
Harga Rp 450.000
Lihat Detail

Cari Produk

Hubungi Kami

+62812 2842 1333
0812 2842 1333

+62812 2842 1333
pusakajimat@gmail.com

Temukan Kami di