Jual Barang Antik, Benda Koleksi, Aksesoris, Keris, Tombak, Pusaka, Minyak, Harga Murah Asli

( pcs)
GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0
Menu

Keris Kuno Pamor Beras Wos Wutah Tangguh Segaluh

KategoriKeris Pusaka
Stok 1
KodeK220
Di lihat68 kali
Berat(/pcs)1.5 Kg
Harga Rp 2.750.000

Detail Produk Keris Kuno Pamor Beras Wos Wutah Tangguh Segaluh

Pusaka Keris Pamor Wos Wutah Tangguh Segaluh

  • Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sempana Luk 9
  • Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah Rojo Gundolo
  • Pamor gonjo sumber mas
  • Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Segaluh TUS (Tangguh Sepuh Utuh)
  • Panjang Bilah : 32 cm
  • Pesi masih panjang
  • Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Trembalo Kuno
  • Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno
  • Pendok : Bahan Mamas Blewah Surakarta Kuno
  • Mendak: Perak Kuno
  • Keris Asli Sepuh dan Utuh
  • Kode: K220

Dialih rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.

Filosofi Keris Pamor Wos Wutah Tangguh Segaluh

Filosofi Keris Pamor Wos Wutah

Pamor Wos Wutah atau Beras Wutah, yang artinya beras tumpah, karena bercak-bercak kecil dan putih yang tersebar pada permukaan bilah, nampak seolah seperti beras yang tumpah berceceran. Pamor beras tumpah memiliki filosofi yang mendalam tentang arti rejeki yang melimpah.

Di sisi lain pamor beras wutah itu sendiri juga sebagai simbol pameling (pengingat) dalam mengarungi kehidupan berumah tangga antara suami-istri. “Beras tumpah jarang kembali ke takarannya“. Peribahasa ini menggambarkan sesuatu yang telah berubah, sulit untuk kembali seperti semula. Pitutur (pesan) yang terkandung didalamnya adalah supaya manusia hati-hati, karena kalau sudah terjadi perubahan akan sulit pulih seperti sediakala. Andaikan kita coba kumpulkan lagi, selain memakan waktu pasti ada yang tercecer juga, dan yang kita kumpulkan pun mungkin sudah jadi kotor.

Dalam menjalani hidup berumah tangga seyogyalah kita harus menjaga agar “beras tidak tumpah”. Mengapa harus dijaga? Kembali kepada filosofi “kalau beras sudah terlanjur tumpah” artinya respek yang didapat dari pasangan sudah tidak akan sama lagi, untuk pulih pun akan memerlukan waktu, dan “surga” dalam berumah tangga akan kehilangan salah satu pilarnya yakni kepercayaan.

Filosofi Dhapur  Keris Sempono Luk 9

Sempana atau Sempono adalah salah satu bentuk dhapur keris luk sembilan, yang tergolong sederhana. Keris ini hanya memakai kembang kacang, lambe gajahnya satu dan greneng. Ricikan lainnya tidak ada. Walaupun sederhana penampilannya, Sempana termasuk dhapur keris yang populer dan sering dijumpai. Sebilah keris pusaka milik Keraton Kasultanan Yogyakarta juga berdhapur Sempana. Pusaka itu adalah Kanjeng Kyai Panukup.

Sempana berasal dari kata “Supeno”, berarti impian, atau cita-cita, atau visi, yang arti keseluruhannya adalah orang yang memiliki visi atau cara pandang yang baik, atau orang yang memperoleh petunjuk pada jalan kebaikan. Filosofi sebenarnya yang bisa diambil dari dhapur keris Sempana adalah bahwa dalam kehidupannya tentu manusia memiliki banyak kelemahan. Setiap waktu kita selalu melakukan kesalahan dan masih harus banyak belajar. Karena itu, sangat wajar jika kita dituntut untuk terus berupaya berbuat lebih baik, instropeksi diri dan belajar untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama dan berusaha mencapai kesempurnaan hidup melalui perbaikan kualitas diri. Bukankah kita, manusia ini sesungguhnya telah diciptakan oleh Tuhan YME sebagai makhluk yang sempurna.

Makna Angka 9 Dalam Masyarakat Jawa Kuno

Borobudur, candi terbesar yang didirikan oleh dinasti Syailendra yang menganut ajaran Budha Gautama, sesungguhnya memiliki 9 tingkatan pada tataran “Manusia dan Bumi”, sedangkan tingkatan terakhir yang ke 10 adalah merupakan tingkatan puncak seseorang untuk menjadi Budha dan juga melambangkan Nirwana dimana Budha bersemayam.

Tangguh Segaluh

Segaluh atau ada juga yg dulunya menyebut Sakaloh, merupakan bagian dari wilayah Pasundan. Sebuah kerajaan yang memiliki sejarah panjang semenjak abad ke 8 sudah eksis. Tetapi sampai era Matarampun seolah Segaluh juga masih berkibar walau tidak semegah era sebelumnya. Sebut saja semenjak Galuh Rahyang sapmai pada Galuh Kalingga.

Pada tahun 1595, Galuh jatuh ke tangan Senapati dari Mataram. Invasi Mataram ke Galuh semakin diperkuat pada masa Sultan Agung. Lantas pada masa Dipati Imbanagara, ibukota Kabupaten Galuh dipindahkan dari Garatengah (Cineam) ke Calingcing. Tetapi tidak lama kemudian dipindahkan ke Bendanagara (Panyingkiran). Lantas sejak tahun 1853, Kangjeng Perbu tinggal di kediaman yang dinamai Keraton Selagangga. Pada tahun 1915, Kabupaten Galuh dimasukkan ke Keresidenan Priangan, dan secara resmi namanya diganti menjadi Kabupaten Ciamis.

Singkat tentang sejarah Segaluh tersebut menunjukkan betapa panjang sejarah yg telah terjadi. Dari abad ke 8 sampai pada era Mataram. Karena itu dalam dunia keris, kita juga dapat melihat keris2 tangguh Segaluh yang memiliki besi seperti keris2 Majapahit, tetapi ada pula yang memiliki besi serta material seperti halnya keris2 Mataram. Hanya saja walaupun berbeda periode, tetapi keris2 tangguh Segaluh tetap memiliki karakteristik yang khas.

Produk lain Keris Pusaka

Rp 75.000
Order Sekarang » SMS : 0812 2842 1333
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeK119
Nama BarangJual Keris Rajah Mini
Harga Rp 75.000
Lihat Detail
Rp 4.775.000
Order Sekarang » SMS : 0812 2842 1333
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeK149
Nama BarangKeris Betok Sombro Pajajaran
Harga Rp 4.775.000
Lihat Detail
Rp 3.750.000
Order Sekarang » SMS : 0812 2842 1333
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode404
Nama BarangKeris Pusaka Singkir Geni
Harga Rp 3.750.000
Lihat Detail
Best Seller
Rp 8.880.000
Order Sekarang » SMS : 0812 2842 1333
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeK203
Nama BarangKeris Nogo Siluman Sepuh Tangguh Mataram
Harga Rp 8.880.000
Lihat Detail

Cari Produk

Hubungi Kami

+62812 2842 1333
0812 2842 1333

+62812 2842 1333
pusakajimat@gmail.com

Temukan Kami di